Search

Selamat Datang di Blog saya semoga Bermanfaat

Rabu, 28 November 2012

PEK(PERAWATAN ENGINE MEKANIKAL)

Tekanan kompresi
           1.   syaratnya = engine harus pada temperatur kerja T.80-900  C
           2.  pedal gas di injak penuh
           3.  kabel tegangan tinggi dari coil di lepas

nama alat compresi tester yang di gunakan dan satuannya kg/cm2
contoh : tekanan kompresi kjang 4k 11 kg/cm2-9 kg/cm2
 
Sil
1
2
3
4
1
10
11
10
8
2
9
10
9
7
3
9
9
9
7
Rata2
9,5
10
9,3
7,3

Penyebab ring aus
-         silinder/linear aus
-         katup tidak rapat
-         paking head bocor
-         kepala silinder tidak rata

ENGINE MEKANIKAL

PERIKSA KEPALA SILINDER 

Menggunakan straight  edge dan thickness gauge ukur kebengkokan  permukaan kepada silinder yang menelpel pada blok silinder dan manifold
Kebengkokan max :
Sisi blok silinder ( 0,0020 in )
Sisi manifold ( 0,0039 in )
Jika kebengkokannya melebihi nilai max ganti kepala silinder

SISTEM BAHAN BAKAR DIESEL

SYSTEM BAHAN BAKAR DIESEL YANG BANYAK DIPAKAI :

                                 SYSTEM POMPA PRIBAD

                 SYSTEM DISTRIBUSI       

                 SYSTEM AKUMULATOR 

Pompa penyalur berfungsi menyalurkan bhan bakar dari tangki ke pompa tekanan tinggi agar pompa tekanan tinggi selalu penuh dengan bahan bakar dalam segala keadaan oleh karena itu tekanan pengalirannya harus slalu lebih tnggi dari pada tekanan atmosfer. Hal ini untuk menjaga agar udara tidak masuk ke saluran bahan bakar seandainya terjadi kebocoran ketiga system bahan bakar ini mengunakan pompa bertekanan tinggi tetapi jumlah dan fungsinya berbeda .
1)   system pompa pribady setiap slinder di layani oleh satu pompa
            Tekanan tinggi. Pompa tekanan tinggi adalah pompa plunyer yang di lengkapi dengan pengatur kapasitas semprotan, sedangkan daya untuk menggerakan daya di ambil dari daya mesin itu sendiri pompa di hubungkan dari nozzle melalui pipa tekanan tinggi dan nozzle akan memberikan bentuk pengebutan ke dalam silinder sesuai bentuk lubang nozzle.
            Sebagai pengembangan dari system pribady di lakukan dengan system penyemprotan tunggal. Pada system ini pompa dan nozzle jad satu kesatuan 
            2) system distribusi menggunakan sebuah pompa tekanan tinggi untuk melayani semua penyemprotan pada setiap silinder. Pompa mengalirkan bahan bakar berteknan tinggi masuk ke dalam distributor. Distributor membagi bahan bakar ke setiap pnyemprot sesuai dengan urutan yang telah ditentukan.
            3) system akumulator juga menggunakan sebuah pompa tekanan tinggi untuk melayani semua peyemprot yang ada pada setiap silinder tetapi tidak di lengkapi dengan alat pengatur kapasitas semprotan bahan bakar. Pada system ini pompa tekanan tinggi mengalirkan bahan bakar masuk ke dalam sebuah akumulator yang di lengkapi oleh katup pengatur tekanan sehingga tekanan bahan bakar dalam akumulator dapat konstan.
DETONASI PADA MOTOR DIESEL 
            Jika ignition relay ( waktu pembakaran tertunda ) terlalu panjang/jika jumlah penguapan pada saat ini terlalu banyak, maka jumlah campuran yang dapat terbakar pada saat perambatan api terlalu banyak, sehingga menyebabkan kenaikan tekanan di dalam silinder sangat tinggi, hal ini akan mengakibatkan timbulnya bunyi / getaran. Peristiwa di atas di sebut dengan diesel knock ( detonasi ) untuk mencegah terjadinya detonasi tadi perlu di cegah kenaikan tekanan yang tiba-tiba yaitu membuat dengan campuran yang mudah terbakar pada temperatur yang rendah. Mengurangi jumlah bahan bakar yang yang di injeksikan selama pembakaran tertunda.
            Cara-cara untuk mengatasi deonasi :
v Menggunakan bahan bakar dengan angka cetan yang tinggi
v Menaikan temperatur udara dan tekanan pada saat awal injeksi
v Mengurangi  jumlah injeksi pada saat awal injeksi
v Menaikan temperatur pada ruang bakar ( khusus pada daerah injeksi )
System bahan bakar
Bahan bakar dari tangki di tekan oleh pompa injeksi dan di injeksikan ke
Dalam silinder melalui nozzle. Semua komponen yang berhubungan dengan kerja ini di sebut dengan system bahan bakar. Ada 2 system yang banyak di gunakan yaitu :
1)    System bebas ( indefenden system )
2)    Common system ( distributor pump )

              a. Tangki bahan bakar
              b. Saringan bahan bakar
              c. Pompa bahan bakar
              d. Saringan bahan bakar
              e. Pompa injeksi
              f. Distributor
              g. Accu mulaor
              h. Nozzle
1.system bebas ( independen pump )
      System in banyak di gunakan pada mesin penggerak dengan kecepatan tinggi. Misal untuk kendaraan angkutan masing-masing silinder di lengkapi dengan sebuah popa injeksi
2.common system ( distributor pump )
      Pada system in hanya 1 pompa yang menaikan tekanan bahan bakar di dalam acculator. Dari acculator di bagikan ke tiap-tiap nozzle. Saat  injeksi dan jumlah bhan bakar yang di injeksikan oleh ditributor. Acculator di lengkai dengan katup pengaman ( saffety valve ) untuk memelihara agar tekanannya tetap ada juga yang tidak di lengkapi dengan accumulator bahan bakar langsung di kirim dari pompa injeksi ke distributor.  
Penyaluran bahan bakar
Penyaluran bahan bakar seperti berikut :  
Untitled.png 

KEMAMPUAN MESIN ( PERFOMANCE )

      Kemampuan mesin banyak di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
1.    Volume langkah total
UI.png
Di mana Vl = volume langkah total < cc >
                D = diameter silinder < cm >
                L = Langkah torak < cm >
               N = Jumlah silinder
2.    Perbandingan kompresi ( compresion ratio )
Di ukur berapa banyak campuran udara bahan bakar yang masuk ke dalam silinder selama gerak hisap yang di pompakan pada langkah kompresi. Perbandingannya adalah antara volume bila torak pada TMB ( volume silinder + volume ruang  bakar ) dengan volume sisa pada bagian atas silinder bila torak berada pada TMB ( volume ruang bakar )
VL.png
K = Perbandngan kompresi
A = Volume langkah
B = Volume ruang bakar
Bila perbandingan kompresi naik, tekanan pembakaran bertambah dan tenaga yang di hasilkan lebih besar akan mengakibatkan pemakaian bahan bakar bertambah.
3.    Efiseiensi panas
       Efisiensi panas suatu mesin adalah perbandingan panas yang di sediakan dengan panas yang di rubah menjadi kerja efektif.bah menjadi
Bila semua panas yang timbul pada saat pembakaraan dapat di rubah menjadi kerja efektif dalam silinder, di katakan efisiensi panas 100%. Bila jumlah panas dari pembakaran Q1 Kkal dan kerugian panas pada dinding silinder adalah Q2 Kkal maka : efisiensi panas = Q1 – Q2 x 100 %
                                    Q1
Q1 – Q2 = Adalah kerja efektif
4.    Keseimbangan panas
          Pembakaran dalam silinder menimbulkan panas. Panas tersebut ada yang di rubah menjadi tenaga efektif dan ada juga yang hilang.

POROS PENGGERAK

1.URAIAN
Poros penggerak ( drive shaft ) berfungsi menggerakan roda” kendaraan yang menggunakan sistem suspensi independen . sudut joint dan jarak antara diprensial dengan roda akan berubah sesuai dengan perubahan sudut antara bdy kendaraan terha edap per kaan jalan selam bergerak.
            Untuk alasan ini di gunakan kombinasi fixed constant velocity joint,dan slidable constant velocia joint
Bila terjadi perubahan <rebund> seperti pada gambar jarak antara joint menjadi L+azL, di sebabkan perubahan pada sudut joint
Karena jaraknya akan tetap. Sementara kendaraan terus melaju, dipergunakaan penggunaan slidable joint

2.TIPE CONSTANT VELOCITY JOINT
            Tripod joint
Tripod joint pembuatannya umumnya joint tipe ini di buat sedemikian rupa agar dapat bergerak pada arah axiale
            Birfield joint
Joit ini mempunyaibebrapa steel ball.agar kec yang seragam dapat di pertahankan dengan keteitian yang tinggi.
            Alur khusus di buat pada ball seat sedemikian rupa sehingga untuk kontak antara drive shaft dan poros yang di gerakan selalu dalam jalur itu di bagi dua sudut perpotongan dari poros.
            Beberapa birfield joint di buat sedemkian rupa hingga perubahaan panjangnya berlaku sesuai gerak kendaraan seperti perubahaan trifod joint

SISTEM KOPLING

Pada waktu kendaraan berhenti. Apabla tenaga mesin yang sangat besar dan sedang berputar di pindahkan ke roda-roda penggerak maka kendaraan akan melompat sebaliknya mesin akan mati jika tenaga mesin terlalu kecil oleh sebab itu, agar pemindahan tenaga dari mesin ke roda penggerak langsung dengan lembut di perlukan suatu alat yang di sebut kopling, kopling merupakan salah satu komponen pemindah tenaga yang mutlak di perlukan pada kendaraan bermotor yang di tempatkan di antara mesin dan transmisi.
           Kopling berfungsi untuk : 
      a.  Memutus dan mengubungkan putaran mesin ke transmisi
      b.Memperlembut pemindahan roda gigi pada transmisi
      c.Memperlembut  gerakan awal jalannya kendaraan
MACAM-MACAM KOPLING
Secara garis besar kopling dapat di bedakan sbb :
1.     Kopling magnet
2.     Kopling fluida
3.     Kopling sentrifugal
4.     Kopling gesek
       a.model plat à basah dan kering
                              b.model kerucut
KONSTRUKSI KOPLING
           Jenis kopling plat tunggal kering banyak di gunakan pada mobil. Jika di lihat dari pegas yang di pakai dapat di bedakan menjadi 2 yaitu :
1)    Kopling dengan pegas koil
2)    Kopling dengan pegas diafragma
Kopling mempunyai komponen-komponen sebagai berikut :
1)    Plat kopling
Terbuat dari asbes ferodo yang tahan panas dan tahan aus. Plat kopling ini di tempatkan di antara roda penerus dengan plat penekan. Pada plat kopling juga di lengkapi dengan pegas torsi yang berguna untuk meredam getaran pada saat terjadi hubungan antara roda penerus dan plat penekan.
2)    Plat penekan ( pressure plate )
Berfungsi untuk menekan plat kopling terhadap roda penerus plat penekan ini terbuat dari besi tuang spesial yang tahan terhadap panas dan keausan permukaan plat penekan harus slalu rata agar  Penekannannya kuat.
3)    Bantalan pembebasan ( release bearing )
Bantalan pembebas ni dapat bergerak maju mundur  di dalam rumah kopling sehingga mengakibatkan plat penekan dapat memutus dan menghubungkan plat kopling dengan roda penerus
4)    Pegas ( spring )
Baik pegas koil maupun pegas diapragma berguna untuk menekan plat kopling. Koling pegas diafragma mempunyai banyak keuntungan di bandingkan dengan pegas coil.
Oleh karena itutype kopling pegas diafragma banyak di pakai pada kendaraan ber

SISTEM AC

refrigan ( amoniak )freon
freon adalah zat yang mengelilingi seluru instalasi ( ac ) untuk mendinginkan udara / temperatur seelilingnya.
Kegunaannya :
a)     Tidak menyala / meledak
b)    Menyerap panas
c)     Tidak terjadi perubahan kimia / di pakai   
     berulang-ulang
d)    Tidak mengandung racun
e)    Tidak merusak logam
R12 : titik didih – 29,8 drajat celicius
            Titik beku – 158 drajat celcius
( Gambar pendinginan dengan sistem kompresor )


          Sirkulas refrigan di gmbrkan di atas mula-mula gas refrigan R-12 di sedot ke kompresor dan di cetuskan keluar dengan tekanan kompresor. Ketika itu gas refrigan menunjukan suhu kurang lebih 70 drazat celcius dan tegangan 15kg/cm kuadrat. Gas refrigan yang di salurkan ke dalam kondensor mendapat hembusan angin dari kipas radiator dan angin tersebut melenyapkan panas laten yang terkandung dalam gas refrigan sehingga refrigan berupa gas berubah menjadi cairan suhu yang terdapat pada cairan tersebut berkisar 50 drazat celcius rafrigan yang menjadi cair mengalir masuk kedalam receiver / driver di saring untuk menghilangkan kotoran dan di salurkan ke klep expansi, di tempat expansi ini cairan refrigan di semprot mengembung kedalam bentuk kabut seperti semprotan cat duco 
 
      Refrigan berupa kabut ini masuk kedalam evporator yang di hembus dengan motor kipas melalui evaporator inikabut refrigan berubah dari fase kabut / cair ke pase gas dan mengalir kembali ke kompresor. Demikian lah peredaran refrigan dalam instalasi mesin pendingin untuk mesin pendingin yang memaki refrigan sebagai bahan penyerap panas dari udara harus di buat perubahan fase dari gas kecair 
 
Sebagaimana di ketahui bila memberi tekanan pada sejumlah gas di dalam tempat tertutup terjadi proses pengembunan sehingga gas berubah menjadi benda cair. Proses perubahan fase ini lebih cepat berlangsung jika tempat isi gas tersebut di dinginkan  itulah mesin pendingin perlu di lengkapi dengan kompresor dan kondensor.
 
Bahan refrigan dari R-12 yang mendapat tekanan dengan kompresor sampai 15 kg/cm kuadrat akan menjalani perubahan agrerasi dari fase gas ke fase cair di dalam kondensor untuk mempercepat proses perubahan terseut perlu mendinginkan suhu gas    

SUSPENSI

Suspensi salah satu komponen/sistem untuk meredam kejutan getaran kendaraan pada jalan yang tidak rata/gelombang
 

KOMPONEN SUSPENSI   
  •  Shock absorber
  •  Knuck arm
  •  Stabilizer
  •  Lepper arm
  •  Lower arm
  •  Rangka à rigid dan komposid
  •  Spring àdaun,spiral,torsi
      System adalah sebuah rangkaian/ kumpulan/langkah-langkah yang saling mendukung untuk menghasilkan unjuk kerja perpormance
System suspensi adalah sebuah rangkaian suspensi yang berguna untuk meredam getaran ban. Akibat jalan yang tidak rata sehingga kendaraan lebih nyaman di kendaraii

GETARAN DAN KWALITAS MENGENDARAI
     Dalam subjek getaran dan kwalitas mengendaraii mobil terdapat istilah :
SPRUNG WEIGHT : Berat mobil yang di tumpu oleh pegas suspensi 

UNSPRUNG WEIGHT : Berat axle dan bagian-bagian lain yang terletak di antara
                                          roda-roda dan pegas

CATATAN : semakin besar sprung weight semakin baik kwalitas mengendaraii

v Pithcing mobil : getaran yang mengakibatkan ujung depan dan belakang
                            bergerak  di sekitar titik berat dari kendaraan ( mobil )

v Rolling : gerakan mengayun kesamping 

v Bouncing : gerakan keatas dan kebawah

SPRING  ( PEGAS )
PEGAS DAUN ( LEAF SPRING )
Fungsi :
Untuk mnghubungkan frame dan axle dan juga sebagian bantalan penyerap guncangan yang di timbulkan oleh permukaan jalan

Konstanta pegas :
Sifat bahan berubah bentuk apabila mendapat beban dan kembali ke bentuk semula bila beban di lepas, peristiwa tersebut di sebut elasitas
Besarnya defleki sebanding dengan gaya yang bekerja perbandingan dengan antara gaya yang bekerja dengan defleksi di sebut di sebut “ konstanta pegas “

Coil spring :
Batang baja panjang  yang di gulung di bandingkan dengan leaf spring. Coil spring lebih panjang sehingga mempunyai tahanan yang lebih baik terhadap kejutan tidak terdapat gesekan bila terjadi deflexi, sehingga dapat  memberikan kenyamanan yang lebih baik.
Col spring tidak memiliki sifat menyerap kejutan yang cukup dan tidak dapat terjamin dengan sendirinya
Konstanta pegas
Apabila gaya yang bekerja = w
Besarnya defleki = A
Tinggi bebas = L
Maka konstanta pegas = W/A

Helper spring :
Adalah pegas tambahan yang di pasangkan di atas pegas utama pada truck dan kendaraan angkatin barang
Helper spring bekerja bersama-sama denga pegas utama, apabila kendaraan mendapat beban di atas jumlah spesifikasi
Hollow spring :
Hollow spring adalah potongan karet yang berlubang di tengah dan di baut pada bagian atas axle kontrol arm atau pada bagian frame yang terletak di atas saat lubang tertutup pada udara terperangkap pada lubang tersebut berfungsi sebagai pegas hollow spring umumnya di gunakan berbagai pegas tambahan untuk melindungi frame dari benturan pegas 

Air suspension :
Bellow yan berisi udara di pasangkan pada di tempat di mana biasanya di tempatkan pegas daun atau pegas ulir.untuk menjamin berat kendaraan aksi penyerapan di hasilkan oleh elasitas udara kompresi di dalam bellow dan ruang udara tambahan. Kekerasan pegas dapat berubah-ubah sesuai dengan beban

JENIS-JENIS SUSPENSI
1.     SUSPENSI MODEL RIGID DENGAN PEGAS DAUN
Suspensi model rigid roda-roda terpasang pada satu poros dan                                       di pasangkan ke body melalui pegas
Keuntungan :
Ø Konstruksi sederhana dan kuat
Ø Perubahan tread atauu chamber yang di sebabkan oleh gerakan axle kecil 

Kerugian :
Ø  Kwalitas mengendarai serta stabilitas kemudi di kurang
Ø Kecenderungan terjadi gerakan horizontal
   
  2.SUSPENSI MODEL INDEPENDEN 
1.     Pada suspensi model independen roda kiri dan kanan tidak di pasangkan pada satu poros, melainkan pada masing-masing axle, sehingga bekerja sendiri-sendiri dalam menyerap goncangan di sebut knee action
Keuntungan :
Ø Kwalitas mengendarai lebih baik
Ø Memiliki kemampuan singgung jalan yang lebih baik        ( road holding )
Kerugian :
Ø Konstruksi rumit

Sabtu, 06 Oktober 2012

SISTEM KEMUDI

Sistem kemudi berfungsi mengatur arah kendaraan dengan cara,membelokkan roda depan. Bila roda kemudi diputar, kolom kemudi
meneruskan putaran ke roda gigi kemudi. Roda gigi kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk
menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering linkage).
Ada dua model sistem kemudi yang umum digunakan pada mobil,yaitu model recirculating ball


dan model rack dan punion


Kolom kemudi (steering column) Kolom kemudi terdiri atas main shaft yang meneruskan putaran
 roda kemudi ke roda gigi kemudi, dan kolom kemudi yang mengikat
 main shaft ke bodi. Ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan
 bergigi.
 Di ujung inilah roda kemudi diikat dengan sebuah murBagian-bagian dari kolom kemudi ditunjukkam pada

        2. Roda gigi kemudi (steering gear) Roda gigi kemudi selain berfungsi mengarahkan roda depan, jugaberfungsi sebagai gigi reduksi untuk memperbesar momen agar kemudi menjadi ringan dan gangguan-gangguan terhadap roda tidaklangsung dirasakan oleh pengemudi.


Ada beberapa jenis roda gigi kemudi, tetapi yang banyak digunakan dewa
sa ini adalah jenis recirculating ball
DAN RACK AND PINION

Janis recirculating ball digunakan padamobil penumpang ukuran sedang sampai besar dan mobil komercial
sedangkan jenis rack dan pinion digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil sampai sedang. 

sambunbungan-sambungan kemudi (steering linkage)

Walaupun mobil bergerak naik-turun, gerakan roda kemudi harus dapat diteruskan ke roda·roda dengan sangat tepat (akurat) setiap saat, untuk ilu diperlukan sambungan-sambungan kemudi (steering linkage. Babarapa model sambungan·sambungan kemudi
suspensi rigid
Suspensi Rigid

Suspensi Independen

Power steering

Sistem power steering direncanakan untuk mengurangi tenaga pengemudian saat mobil bergerak pada putaran rendah dem menyesuainya pada tingkat tertentu bila kendaraan bererak mulai kecepatan
sedang sampai kecepatan tinggi.

Pada sistem power steering terdapat
bosster hidraulis yang ditempatkan di bagian tengah mekanisme kemudi.

Power steering model integral


       memperlihatkan mekanisme power steering modelintegral. Bagian utamanya terdiri atas tangki reservoir (berisi fluida),vane pump yang membangkitkan tenaga hidraulis, gear box yang berisi control valve, power pinton, dan steerig gear (jenis recirculating balt).pipa-pipa yang mcngalirkan fluida dan selang-selang fleksibel.

Power sfeering model rack dan pinion
Power steering model ini mekanismenya sama dengan model integral, tetapi control valvenya termasuk di dalam gear housing dan power pistonnya terpisah di dalam power cylinder.